Sejarah

Sejarah panjang mulai dari dua unit yang berdiri masing-masing hingga bersatu dalam sebuah lembaga

  • 2003

    Pembentukan UPM

    Pembentukan Unit Penjaminan Mutu dirasakan sangat perlu oleh Dirjen Dikti yang tertuang dalam kebijakan Higher Edocation Long Term strategy bahwa mutu dan penjaminan mutu adalah tanggung jawab sosial untuk melindungi kepentingan publik. Hal ini terlhat dalam KPPT-JP Dirjen Dikti 1996-2006 dan HELTS 2003-2010. Pada tahun 1999, Dirjen Dikti mulai mensosialisasikan penjaminan mutu dan pelaksanaannya di perguruan tinggi, dan mendapatkan respon dari perguruan tinggi untuk berbenah diri dengan dasar nations’s competitiveness, autonomy dan organizatinal health.
    Dasar hukum penyelenggaraan Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi adalah pasal 91 PP No. 19 tahun 2005 yang menyatakan bahwa: a) Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan; 2) Penjaminan utu pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan, dan 3) Penjaminan mutu pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara bertahap, sistematis, dan terencana dalam suatu programpenjaminan mutu yang memiliki target dan kerangkan waktu yang jelas.
    Penjaminan mutu universitas merupakan suatu hal yang harus dipenuhi dan selalu ditingkatkan. Hal ini bersesuaian dengan Undang-Undang No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas dan Peraturan Pemerintah No 32 tahun 2013 tentang perubahan atas PP Nomor: 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Berikut PP No 32 tahun 2013 tentang perubahan atas PP Nomor: 19 tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan: Pasal I (1) Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pasal 2 (2) Untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dilakukan evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi.
    Penjaminan mutu dan pengendalian mutu pendidikan yang dimaksud bersesuaian dengan Undang-Undang Nomor: 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Dalam Undang-Undang ini dijelaskan bahwa penjaminan mutu salah satunya berupa sistem penjaminan mutu internal perguruan tinggi (SPMI – PT).
    Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi adalah Kegiatan sistemik penjaminan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di perguruan tinggi oleh perguruan tinggi (internally driven), untuk mengawasi penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh perguruan tinggi sendiri secara berkelanjutan (continuous improvement).
    Menyadari pentingnya penjaminan mutu untuk menjaga danmn eingkatkan standar kualitas secara berkelanjutan, Universitas Tanjungpura membentuk Pusat penjaminan Mutu (lp3m) pada tanggal 1 Mei 2003 dengan SK Rektor nomor 179c/J22/KL/2003 dengan nama Unit Penjaminan Mutu (UPM). Penbentukan ini merupakan usaha dalam merespon kebutuhan untuk melakukan monitoring dan evaluasi internal berbagai program hibah kompetisi yang dimenagkan Universitas Tanjungpura seperti SP4, A1, A2, Peralatan Laboratorium. Semi-QUE, DUE-Like dan TPSDP, sekaligus anjuran adan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) sebagai bagian dari prosedur evaluasi eksternal BAN PT.

  • 2007

    Pembentukan TIM

    Selanjutnya, PPM (Pusat Penjaminan Mutu) Univesitas Tanjungpura dikembangkan untuk lebih memenuhi kebutuhan internal terhadap peningkatan mutu Universitas Tanjungpura secara berkesinambungan. PPM Universitas Tanjungpura dibentuk untuk mengoptimalkan upaya peningkatan mutu universitas. Dalam melakukan tugasnya, lp3m Universitas Tanjungpura menggunakan pendekatan FEE (Facilitating Empowering and Enabling).
    Keanggotaan tim PPM masih bersifat ad-hoc. Pada awalnya, keanggotaan ini diusulkan ini diusulkan oleh pimpinan fakultas dengan periode kepengurusan selama 1 tahun. Namun sejak tahun 2007 sesuai dengan SK Rektor nomor 70/J22/KP/2007 tanggal 30 januari 2007, keanggotaan lp3m diperpanjang untuk dua (2) tahun agar perencanaan dan pelaksanaan kegiatan lebih terjamin. Status dan kedudukan lp3m belum tercatum dalam statuta Universitas Tanjungpura dan tugas lp3m didiefinisikan dalam SK Rektor.

  • 2010

    Tugas Penjaminan Mutu

    Pada tahun 2010 pusat penjaminan mutu diketuai oleh Dr. Ir. Entin Daningsih, M.Sc. Kegiatan yang pernah dilakukan pada saat itu adalah pelatihan kurikulum berbasis kompetensi, monitoring dan evaluasi proses pembelajaran.

  • 2011

    Kepemimpinan Baru

    Pada tahun 2011 Pusat Penjaminan Mutu diketuai oleh Ishak Jumarang, S.Si., M.Si. Kegiatan PPM saat kepemimpinan tersebut melanjutkan kegiatan monitoring dan evaluasi internal pelatihan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) dan mendorong program studi mengajukan akreditasi. Saat itu ada 34 program studi yang mengajukan akreditasi dengan pendampingan PPM.

  • 2012

    Semangat Baru

    Pada tahun 2012 Pusat Penjaminan Mutu diketuai oleh Dr. H. A. Oramahi, S.TP., M.P. Pada masa ini monitoring evaluasi dilakukan dengan mengacu pada evaluasi mutu internal (EMI)

Looking for a First-Class Business Plan Consultant?